You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penataan Taman di Jaktim Terkendala Minimnya CSR
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Penataan Taman di Jaktim Terkendala Minimnya CSR

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur, Mimi Rahmiati mengeluhkan minimnya partisipasi perusahaan dalam memenuhi tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Penataan serta perbaikan dilakukan bertahap, karena di Jakarta Timur tidak ada perusahaan besar yang mau memberikan program CSR

Akibatnya minimnya partisipasi CSR tersebut, kata Mimi, membuat pihaknya terhambat untuk melakukan penataan serta perbaikan sejumlah taman atau ruang terbuka hijau (RTH) yang rusak.

50 Pohon Kamboja Percantik Rusun Jatinegara Barat

"Penataan serta perbaikan dilakukan bertahap, karena di Jakarta Timur tidak ada perusahaan besar yang mau memberikan program CSR. Sehingga perkembangan penataan taman di wilayah kami agak terhambat," kata Mimi, Kamis (27/8).

Mimi mengaku akan terus berupaya menggandeng perusahaan yang bersedia menyediakan dana CSR untuk pembangunan serta penataan taman. Saat ini untuk sementara pihaknya fokus memperbaiki taman dengan tingkat kerusakan kecil.

"Kalau yang masih bisa dilakukan dengan anggaran yang mencukupi bisa dilaksanakan tahun ini. Sedangkan yang kerusakannya tinggi, bisa direncanakan pembangunannya tahun depan," ungkap Mimi.

Mimi menambahkan, tahun ini ada sejumlah taman yang akan dibenahi dan dalam proses lelang. Antara lain Taman Barkah, Taman Cornel Simanjuntak, Taman Perhubungan, Taman Kasia dan Jalur Sumarno.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati